Minggu, 15 Januari 2012

Analisis Keseimbangan

Analisis Keseimbangan

           
A. Pengertaian Analisis Keseimbangan

            Yang dimaksud dengan analisis keseimbangan adalah analisis makroekonomi tentang terbentuknya harga dan jumlah output berdasarkan asumsi bahwa di setiap pasar ( barang dan jasa, tenaga kerja, dan uang ) permintaan telah sama dengan penawaran, sehingga permintaan agregat telah sama dengan permintaan agregat.

B.Model Keseimbangan Klasik

            Model keseimbanagn Klasik dibangun berdasarkan asumsi-asumsi teori ekonomi Klasik, khususnya tentang pasar uang.

a. Karakteristik Analisis Keseimbangan Klasik
           
            Karakteristik analisis keseimbangan Klasik dapat dilihat dari beberapa aspek : asumsi-asumsi, fondasi mikronya, fokus perhatian pada sisi penawaran dan dimensi waktu.

1) Asumsi-Asumsi
            Dua asumsi paling penting dari model Klasik, adalah: Pertama, perekonomian tersusun dari pasar-pasar yang berstruktur persaingan sempurna, Kedua, uang bersifat netral. KOnsekuensi dari asumsi tersebut adalah harga bersifat fleksibel, dalam arti mampu melakukan penyesuaian seketika itu juga. Dengan demikian pasar akan senantiasa berada dalam keseimbangan.


2)Pentingnya Fondasi AnalisisKeseimbangan Makro
            Analisis keseimbangan makro Klasik merupakan pengembangan lebih lanjut dari analisis keseimbangan mikro. Perekonomian secara makro akan berada dalam keseimbangan jika individu-individu (konsumen dan produsen ) telah berada dalam keseimbangan. Artinya, setiap konsumen telah mencapai kepuasan/kegunaan maksimum, sedangkan setiap produsen telah mencapai laba maksimum.

3)Pentingnya Analisis Sisi Penawaran
            Model keseimbangan Klasik lebih memfokuskan perhatian pada analisis sisi penawaran.Pentingnya analisis sisi penawaran dapat dimaklumi bila melihat situasi dan kondisi masyarakat Barat (abad ke-18), pada saat ilmu ekonomi modern mulai berkembang. Pada waktu itu masyarakat Barat baru dalam tahap awal perkembangan. Teknologi belum begitu maju, perekonoian masih

berada dalam  tahap pemenuhan sendiri.
            Tingkat pengunaan uang dalam perekonomian juga masih sangat rendah. Mereka juga hidup dialam yang relatif keras dan pelit dimana kegiatan pertanian tidak dapat dilakukan sepanjang tahun. Karena itu yang menjadi masalah adalah bagaimana mengusahakan agar alam dapat menghasilkan lebih banyak dan lebih baik. Itulah sebabnya sisi penawaran sangat perlu diperhatikan.





4)Analisis Jangka Pendek dan Jangka Panjang
            Perbedaan dimensi waktu analisi dalam model keseimbangan Klasik juga mencakup pengertian kronologis. Analisis jangka pendek umumnya berdimensi waktu <5 tahun. Dalam jangka panjang semua input bersifat variabel. Sementara itu dilihat dari sisi penawaran, dalam jangka panjang perekonomian dianggap berada dalam kondisi dimanfaatkan / dikaryakan secara penuh. Yang dimaksud dengan kondisi ini adalah kondisi dimana faktor-faktor produksi yang ada, terutama barang modal dan tenaga kerja, tingkat pemanfaatannya >96%.

b. Fungsi Produk Agregat

            Dalam model Klasik, produksi merupakan fungsi dari jumlah barang modal yang tersedia (K) dan jumlah tenaga kerja (L).

Y = f(K,L)

dimana: Y=output atau prodiksi agregat (PDB)
             K=stok barang modal
             L= tenaga kerja
           
            Dalam jangka pendek stok barang modal dianggap tetap, sehingga fungsi produksi menjadi:

Y =f(k,L)

dimana: stok barang modal dengan jumlah konstan

            Karena itu tingkat produksi agregat semata-mata ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang digunakan:

Y=f(L)

            Artinya, pada walnya penambahan tenaga kerja akan meningkatkan produksi agregat, tetapi karena berlakunya hukum pertambahan hasil yang makin menurun, sampai jumlah tertentu penambahan tenaga kerja justru akan menurunkan prodiksi agregat.

c. Kesempatan Kerja Dalam Keseimbangan

            Yang dimaksud dengan kesempatan kerja dalam keseimbangan makro adalah jumlah kesempatan kerja yang tersedia pada saat tenaga kerja dalam keseimbangan.

1) Permintaan Tenaga Kerja
           
            Permintaan tenaga kerja dalam keseimbangan adalah jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai laba maksimum. Karena beroperasi dalam pasar merupakan penerimaan marjinal (MR) perusahaan. Untuk mencapi kondisi laba maksimum , perusahaan harus menyamakan MR dengan MC (MR=MC).



2) Penawaran Tenaga Kerja
           
            Penawaran tenaga kerja adalah jumlah jam tenaga kerja yang ditawarkan oleh individu pada berbagai tingkat upah, dalam upaya memaksimumkan utilitas hidupnya. Jadi, dalam analisis makro Klasik, penawaran tenaga kerja merupakan konsep keseimbangan konsume. Untuk memaksimumkan Utilitas hidupnya, konsumen harus memaksimumkan utilitas kegiatan konsumsinya. Untuk memaksimumkan kegiatan konsumsinya, konsumen harus mempunyai penghasilan agar dapat membeli barang/jasa. Dia harus bekerja.

3) Tingkat Output Keseimbangan

            Keseimbangan pasar tenaga kerja tercapai ketika permintaan tenaga kerja sama dengan tingkat penawarannya. Ketika itu baik produsen maupun tenaga kerja telah mencapai kondisi optimal. Produsen mencapai keuntungan maksimum, tenaga kerja mencapai utilitas maksimum.

d. Netralitas Uang

            Netralisasiuang mempunyai makna bahwa uang tidak dapat mempengaruhi tingkat output. Uang hanya akan memengaruhi permintaan agregat. Penambahan jumlah uang beredar akan meningkatkan permintaan agregat. Pandangan tersebut adalah konsekuensi dari dua sumsi teori ekonomi Klasik, yaitu fungsi uang hanya sebagai alat tukar dan pasar akan selalu berada dalam keseimbangan dimana perekonomian berproduksi pada tingkat Full employment.

C. Model Keseimbangan Keynesian 

            Model keseimbangan Keynesian disusun berdasarkan salah satu penafsiran terhadap ide-ide Keynes yang termuat dalam bukunya, The General theory of Employment, Interest, and Money, yang kemudian dikenal sebagai The General Theory. Pembahasan model keseimbangan Keynes diperlukan karena ada dua alasan:
a.Untuk lebih memudahkan pemahaman tentang perilaku ekonomi makro memang sebaiknya kita berangkat dari asumsi bahwa pasar dapat berada dalam keseimbangan.
b.Kita dapat lebih mudah melakukan pembandingan antara analsis Klasik dengan Keynesian. Ini akan sangat membantu Anda dalam mengikuti uraian analisis keseimbangan yang dibangun
berdasarkan kombinasi pemikiran Klasik-Keynesian.

a.Pentingnya Sisi Permintaan

            Jika model keseimbangan klasik sangat mementingkan sisi penawaran agregat, model keseimbangan Keynesian justru sangat memperhatikan sisi penawaran agregat. Pandangan Keynesian tersebut dapat dipahami dalam konteks perkembangan perekonomian Barat, ketika The General Theory diterbitkan. Ketika itu Depresi Besar yang melanda Negara-negara kapitalis, bukan disebabkan lemahnya sisi penawaran. Sebab teknologi yang ada, jumlah barang modal dan jumlah uang dalam perekonomian kapitalis sudah jauh lebih tinggi dan banyak dibanding awal modernisasi.



1)Komponen-komponen Permintaan Agregat

            Dalam pembahasan tentang Pendapatan Nasional, komponen permintaan agregat sudah disinggung, yaitu:

Y=C+I+G+(X-M)

Dimana:

C=kosnsumsi rumah tangga
I =investasi sector dunia usaha
G=pengeluaran pemerintah
X=ekspor
M=impor

2)Total Pengeuaran Agregat

            Total pengeluaran agregat adalah total penjumlahan C+I+G+(X-M). Jika pengeluaran agregat dinotasikan sebagai AE maka,
AE=C+I+G+(X-M)
     = C0+bY+I0+G0+(X0-M0)

3)Pendapatan Nasional Dalam Keseimbangan

            Dalam analisi Keynesian, besarnya pendapatan nasional (Y) dilihat dari besarnta pengeluaran. Besarnya output adalah sama dengan besarnya pengeluaran. Namun berdasarkan model konsumsi Keynes, tidak semua output (Y) dibelanjakan ; Bagian yang tidak dibelanjakan disebut tabungan. Dengan demikian total pendapatan nasional menjadi:

Y= C+S
dimana:
Y= PDB
C= konsumsi rumah tangga
S= tabungan

b.Model Keseimbangan Perekonomian Tertutup

            Perekonomian tertutup Keynesian yang paling sederhana adalah model perekonoman tertutup dua sektor. Perekonomian hanya terdiri atas sektor rumah tangga dan dunia usaha. Karena itu pengeluaran dalam perekonomian hanya terdiri atas konsumsi rumah tangga (C) dan investasi sektor dunia usaha (I). Dengan demikian total pengeluaran agregat adalah:

AE= C+I
     = C0+bY+I0
     = C0+I0+bY
     = A=bY
Dimana A adalah total pengeluaran otonomus (A=C0+I0)



            Keseimbangan ekonomi tercapai bila pengeluaran agregat sama dengan pendapatan nasional. Karena tingkat konsumsi pada tingkat keseimbangan ditentukan oleh besarnya output keseimbangan (Y*), maka fungsi konsumsi juga dapat ditulis sebagai:
C=C0+bY*

2. Model Tiga Sektor
            Model keseimbangan perekonomian tertutup tiga sektor(model 3 sektor) mrupakan sektor pemerintah yang diwakili pengeluaran Pemerintah (G).
Output Keseimbangan
            Dengan pengeluaran agregat menjadi :
AE = C + I + G
      = C0 + bY + I0 + G0
      = A + bY
Dimana A sekarang terdiri atas (C0 + I0 + G0)
            Output keseimbangan dapat dihitung, juga dengan menyamakan Y dan AE.
Dampak perubahan pengeluaran pemerintah
            Pemerintah dapat mempengaruhi tingkat output keseimbangan dengan menambah atau mengurangi pengeluarannya. Besarnya efek pengeluaaran pemerintah adalah sama dengan pengaruh perubahn investasi otonomus (I0) atau konsumsi otonomus (C0), sehingga dampak perubahab pengekuaran pemerintah terhadap perekonomian  dapat ditulis sebagai :
ΔY =
c. Model Keseimbangan Perekonomian Terbuka (Model Empat Sektor)
            Dalam model empat sektor, perekomomian dianggap melakukan transaksi dengan perekonomian dunia, melelui ekspor dan impor barang. Sektor ekspor-impor ini disebut juga sebagai model perekonomian terbuka.
Output keseimbangan
            Dalam perekonomian terbuka, fungsi oengeluaran agregat adalah :
AE = C + I + G + (M - N) = C + I + G+ NX
      = C0 + bY + I0 + G0 + (X0 – M0)
      = A + bY
Dimana A sekarang terdiri atas (C0 + I0 + G0 + NX)
            Output keseimbangn tercapai bial Y = AE
Dampak Surplus Neraca Perdagangan
            Dalam telaah ekonomi internasional, nilai NX memberikan informasi tentang salah satu neraca dalam neraca pembayaran, yaitu neraca Perdagangan. Jika NX ˃ 0 maka ekspor ˃ import yang berarti terjadi surplis perdagangan. Jika NX < 0, yang terjadi adalah sebaliknya, defisit perdagangan. Dengan efek pelipatgandaan, akan terlihat bahwa bila terjadi ΔNX < 0, output keseimbangan (Y*) akan meningkat beberapa kali lipat sesuai besarnya angka pengganda. Sebaliknya jika neraca perdaganggan memburuk, dimana ΔNX < 0, output keseimbangab akan berkurang dengan cepat pula. Hubungan tersebut dinyatakan dalam persamaan dibawah ini.
ΔY =

3. Model Keseimbangan Sintesis Klasik-Keynesian(Model IS-LM)
            Teori keseimbangan Model IS-LM yaitu model yang menjelaskan bahwa kondisi keseimbangan ekonomi(keseimbangan umum) akan tercapai bila psar barang-jasa dan pasar uang-modal  secara silmultan berada dlam keseimbangan.
a.      Asumsi Pokok
Asumsi yang mendasari model IS-LM adalah dari model klasik dan keynes. Asumsi klasik yang digunakan adalah pasar akan senantiasa dalam posisi keseimbangan, sedang asumsi keynes yang digunakan adalah uang sebagai alat transaksi dan spekulasi. Lebih jelasnya adalah sebagai berikut :
1.      Pasar akan selalu dalam keseimbangan yaitu kondisi pada setiap pasar besarnya permintaan dan penawaran bernilai sama.
2.      Berlakunya Hukuk Walras.
3.      Fungsi uang sebagai alat transaksi dan spekulasi. Sehingga permintaan uang dapat ditulis : M= M1 + MSP
a.      MD    : total permintaan uang
b.      M1    : permintaan uang untuk transaksi
c.       MSP  : permintaan uang untuk spekulasi
4.      Perekonomian adalah perekonomian tertutup sehingga AE= C+I maka Y = C+S
5.      Model komparatif ststis yaitu mengabaikan dimensi perubahan dari waktu ke waktu
b.      Keseimbangan Pasar Barang-Jasa
Keseimbangan pasar barang-jasa tercapai apabila :
a.      Penawaran = Permintaan barang dan jasa yaitu total produksi = total pengeluaran (Y= AE atau C+S = C+I)
b.      Tingkat tabungan/saving (penawaran agregat) = Investasi/ investment (permintaan agregat) yang digambarkan kurva IS ( IS Curve).
Kurva IS dan Penurunan Kurva IS
            Kurva IS adalah kurva yang menunjukan hubungan antara berbagai tingkat bunga dengan pendapatan nasional yang menjamin(memungkinkan) pasar barang dan jasa berada dalam keseimbangan(terpenuhinya syarat keseimbangan pasar barang-jasa, yaitu I=S).
            Untuk menurunkan kurva IS dibutuhkan 2 kurva yaitu kurva keseimbangan keynesian dan kurva keseimbangan investasi. Agar proses penurunan(derivasi) kurva IS dapat lebih mudah diikuti fungsi konsumsi dan investasi diasumsikan linear.
Kombinasi tingkat bunga dan output keseimbangan kurva IS akan mengakibatkan tidak dalam posisi seimbang yang berarti terjadi kelebihan permintaan atau penawaran. Yang dimaksud adalah dengan kelebihan permintaan adalah keinginan investasi (permintaan)  lebih besar daripada menabung (penawaran) dan sebaliknya.
1.      Sudut Kemiringan Kurva IS
Sudut kemiringan kurva IS memberi gambaran tentang tingkat sensitivitas perminaan investasi terhadap perubahan tingkat bunga. Jika tingkat investasi makin sensitif terhadap perubahan tingkat bunga, maka kueva permintaan investasi(kurva I) makin mendatar =, yang akan menghasilkan kurva IS makin datar pula dan sebaliknya.
2.      Pergeseran Kurva
Pergeseran kurva IS menunjukan terjadinya perubahan tingkat investasi otonomus.

c.         Keseimbangan Pasar Uang-Modal
Keseimbangan pasar uang-modal tercapai bila permintaan uang(liquidity preference, disingkat L) telah sama dengan penawaran uang (money supply, disingkat M). Secara grafis, kondisi keseimbangan pasar uang dan modal digambarkan oleh kurva LM (LM Curve). Nama kurva LM juga dikaitkan dengan kondisi dimana permintaan uang=penawaran uang (L=M).
Penurunan Kurva LM
Untuk menurunkan kurva LM dibutuhkan kurva penawaran uang dan kueva permintaan uang. Karena peanwaran uang adalah eksogenus(ditentukan pemerintah), maka kurva penawaran tegak lurus sedangkan kurva permintaan uang bersudut kemiringan negatif, sebab selain ditentukan oleh tingkat pendaapatan juga ditentukan tingkat bunga.
Titik-titik yang berada diluar kurva LM menunjukan kondisi ketidakseimbangan pasar uang-modal. Titik-titik yang berada diatas kurva LM menujukan kondisi kelebihan penawaran uang, sedangkan titik yang berada dibawah kurva LM menujukan kelebihan permintaan uang.
1.      Sudut Kemiringan Kurva LM
Sudut kemiringan kurva LM ditentukan oleh sensitivitas permintaan uang untuk spekulasi (MSP) terhadap perubahan tingkat bunga. Jika makin sensitif, maka kurva permintaan uang (MD) makin mendatar, begitupula sebaliknya.
2.      Pergeseran Kurva
Kurva LM akan bergeser apabila permintaab atau penawaran uang berubah.
a.       Perubahan Penawaran Uang
Bila permintaan uang tetap, penambahan jumlah uang beredar akan menggeser kurva LM kekanan dab sebaliknya.
b.      Perubahan Permintaan Uang
Permintaan uang berubah bilapada tingkat pendapatan sama terjadi permintaan uang berkurang akan menggeser kurva kekiri dan sebaliknya.
d.       Keseimbangan Perekonomian (Keseimbangan Umum) 
Perekonomian dikatakan telah mencapai keseimbangan(keseimbangan umum), bila baik pasar barang-jasa maupun pasar uang-modal telah berada dalam kondisi keseimbangan. Secara grafis keseimbangan tersebut tercapai bila kurva IS berpotongan dengan kurva LM.
e.      Perubahan Keseimbangan Perekonomian (Keseimbangan Umum)
Keseimbangan ekonomi dikatakan berubah jika secara grafis titik keseimbangan berubah. Ada tiga penyebab perubahan keseimbangan perekonomian yaitu :
a.       Kurva LM bergeser, kurva IS tetap
b.      Kurva IS bergeser, kurva LM tetap
c.       Kurva IS dan LM bergeser bersamaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar